Weekly Market Update BNI-AM - Ulasan Pasar Saham, Obligasi dan Pasar Uang

Senin, 27 November 2017 | 12:00

Ulasan Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang minggu lalu ditutup pada level 6,067 atau naik +0.25% (WoW) dan Indeks LQ45 tercatat naik sebesar +0.76% (WoW) ke level 1,019. Sementara itu, investor asing mencatatkan total jual bersih sebesar Rp 2.17 triliun pada perdagangan minggu lalu dimana secara YTD total jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp 27 triliun. Penguatan IHSG didorong oleh sentiment positif dari bursa global yang mayoritas menguat dimana indeks S&P 500 (AS) yang berhasil menyentuh level tertingginya pada perdagangana minggu lalu seiring optimisme peningkatan penjualan ritel menjelang libur akhir tahun. Selain S&P 500, indeks Dow Jones (AS) juga tercatat naik +0.86%, indeks FTSE 100 (inggris) naik +0.39%, dan indeks Nikkei (Jepang) naik +0.69%.
Pada perdagangan minggu lalu, sektor aneka industri (+3.42%) menjadi sektor yang mengalami penguatan teresar setelah ASII memperkenalkan model terbaru dari Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang diperkirakan akan menjadi pesaing kuat bagi Mitsubishi Expander disusul sektor infrastruktur (+0.60%). Sementara itu, sektor agrikultur (-1.32%) menjadi sektor yang mengalami pelemahan terbesar minggu lalu seiring harga CPO yang mengalami pelemahan 4% setelah India mengumumkan kenaikan bea masuk impor CPO. Kami melihat IHSG akan bergerak terkonsolidasi dalam satu minggu kedepan mengingat minimnya katalis penggerak IHSG pada minggu ini. Namun demikian, ekspektasi aksi window dressing diharapakan akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG di bulan Desember dapat menahan sentimen negatif dari potensi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember.

Ulasan Pasar Obligasi dan Pasar Uang

Pasar obligasi sepanjang minggu lalu mencatatkan penguatan yang tercermin pada Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang naik 0.48% WoW dari 237.52 ke 238.66. Tren ini didasari oleh index obligasi pemerintah (IndobexG) yang ditutup naik 0.48% WoW ke level 235.84 dari 234.70 sedangkan indeks obligasi korporasi (IndobexC) juga mengalami kenaikan sebesar 0.43% WoW ke level 249.13 dari 248.06. Ketidakpastian global yang mereda dan ekspektasi positif terhadap perekonomian Indonesia menjadi faktor utama positifnya pasar obligasi. Kondisi tersebut juga sejalan dengan menurunnya persepsi risiko investor asing yang tercermin dari penurunan CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun pada perdagangan kemarin ke level 98,27bps. Investor asing juga kembali melakukan aksi beli SBN. investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp6,65tn sejak akhir pekan lalu. Rupiah yang tercatat menguat terhadap USD ke level Rp13.504/US$ juga menjadi trigger penguatan pasar SBN. Yield SUN 10 tahun yang tercatat turun dari level 6.60% ke level 6.53%, sedangkan kepemilikan asing di SUN tercatat naik 0.82% WoW dari Rp 815.49 T menjadi Rp 822.14 T.
Kami melihat adanya potensi penurunan tebatas yield dalam jangka pendek, pasca penurunan yield dalam seminggu terakhir. Kemungkinan naiknya fed rate di bulan desember menjadi salah satu pertimbangan. Akan tetapi, minat investor asing terhadap Indonesia masih tinggi, seiring dengan terus masuknya aliran dana investor asing ke Indonesia.
Special rate bulanan deposito di akhir oktober dan November cenderung flat setelah dari awal tahun mencatatkan tren menurun yang disebabkan oleh turunnya 7 days reverse repo rate. Special rate bulanan deposito di awal tahun untuk bank BUKU II dan BUKU III di periode bulan November 2017 rentang special rate untuk kategori yang sama berada antara 6.25%-7.00%. Data industri perbankan menunjukkan pertumbuhan time deposit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan loan, sehingga hal tersebut memicu kelebihan likuiditas pada bank yang menyebabkan cenderung turunnya rate deposito.

* Return produk termasuk dividen


Sebelum melakukan investasi di Reksa Dana, Investor harus membaca dan memahami prospektus dana, khususnya di bagian Manajer Investasi. Investasi Reksa Dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan kinerja masa depan.

GRUP BNI